Memaknai Kemerdekaan Pandemi
Memaknai Kemerdekaan di Masa Pandemi
Dr. Muhammad Fahmi Akbar
Masa pandemi seperti masa penjajahan. Tidak ada kebebasan, sewaktu-waktu jadi korban, bahkan sulit untuk berkembang.
Bagi orang yang beriman, sejatinya seluruh rangkaian peristiwa yang dialami harus menjadi penyemangat dalam beramal. Sebab disanalah letak kekuatan sebenarnya yaitu ketika dihadapkan pada kondisi menantang.
Pertama, merdeka beramal. Merdeka beramal tanpa ada keadaan yang menekan dirinya. Sanggup berdakwah, berinfak, bahkan berjihad dalam kondisi sesulit apapun. (Al Imran:134)
Kedua, tetap waspada terhadap kemungkinan terburuk. Kewaspadaan ini menuntut bekal yang cukup. Bekal kesabaran sebagai modal mendapat keberuntungan. (Al Imran:200) Tanpa kesabaran hanya akan menuai kegagalan. Sebagaimana kisah perang Uhud. Karena tidak sabar ingin mendapatkan gonimah alih-alih membuat celaka Rasulullah.
Ketiga, bekerja dengan perhitungan. Tidak semua harus dikerjakan dan tidak semua harus selesai hari ini. Di tengah pandemi, perlu ada skala prioritas. Menimbang yang lebih utama serta mengerjakan bertahap sebagian yang lain. (Az Zumar:39)
Perasaan terjajah hanya dimiliki oleh mereka yang terjajah. Karena itu merdeka adalah sikap mental para pejuang. Jadilah para pejuang yang akan mengisi hidup ini dengan kualitas amal yang terbaik.
Merdeka!!
------------------------
Jakarta, 9 Agustus 2020

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda