Menemukan Muhammadiyah
Menemukan Muhammadiyah
Dr. Muhammad Fahmi Akbar*
Perjalanan hidup seseorang akan sangat ditentukan dari lingkungan tempat ia hidup. Sayangnya tidak semua mendapat lingkungan yang ideal. Salah satunya kader Muhammadiyah.
Menjadi kader bukanlah satu cita-cita. Biasanya di awali dari pertemuan yang tidak di sengaja. Bertemu teman, bersekolah, ikut organisasi pelajar atau lainya, hingga berpartisipasi dalam momentum tertentu.
Tentu jalan dan jalur berliku ini dialami oleh banyak kader. Sehingga menjadi kader militan dan siap menjadi pelolpor dan pelanjut persyarikatan Muhammadiyah. Karenanya jubah yang telah dikenakan janganlah dikotori dengan mengungkit masa lalu. Dari mana dia berasal, kapan masuk organisasi, apakah berasal dari perguruan Muhammadiyah? dan lain sebagainya.
Bila hal tersebut terus berlansung, maka persyarikatan ini akan menjadi kerajaan kultus ananiyah. Ya, sistem yang hanya boleh diisi oleh orang dia, kenalan dia, bahkan keturunan dia.
Muhammadiyah bukanlah organisasi kekeluargaan, namun lebih pada organisasi keumatan. Dilahirkan dari umat dan untuk umat. Berkaca dari sana maka kaderisasi tidak boleh mengklasifikasikan kader berdasarkan masa lalu. Karena tidak satupun diantara kita menemukan Muhammadiyah sejak lahir.
----------------------------------
Jakarta, 31 Juli 2020
*Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Barat.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda